Ilovebiologi's Blog

Tentang Khasiat Madu

Telah berabad-abad madu dimanfaatkan sebagai penyembuh luka dengan cara dioleskan ke luka bakar dan luka tikam.

Sebuah studi di India membandingkan madu dengan silver sulfadiazene pada 104 pasien luka bakar tingkat pertama. Setelah satu minggu, 91 persen pasien yang diterapi dengan madu bebas infeksi, sementara yang dengan obat konvensional hanya 7 persen yang bebas infeksi. Kelompok yang diberi madu juga sembuh lebih cepat.

Studi lain pada pasien bedah caesar dan histerektomi juga membuktikan keampuhan madu sebagai salep, dibanding pemakaian alkohol dan iodine. Madu membuat pasien bebas infeksi dan sembuh lebih cepat.

Kemanjuran itu karena madu berisi glukosa dan fruktosa, dua jenis gula yang sangat kuat untuk menyerap air, shingga luka cepat kering. Bakteri dan jamur pun tak sempat tumbuh.

Madu segar mengandung enzim glukosa oksidase yang jika dikombinasi dengan air akan menghasilkan hidrogen peroksida yang bersifat antiseptik. Madu juga mengandung antioksidan unik (pinocembrin) dan flavonoid yang berfungsi sebagai agen antibakteri. Beberapa studi membukti madu efektif melawan kuman Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans

 

Hampir semua orang tahu manfaat madu bagi kesehatan. Madu murni bahkan aman bagi penderita diabetes melitus. Kandungan fruktosa yang tinggi dalam madu membantu merangsang produksi insulin alami bagi diabetesi.

Selama ini penderita diabetes atau diabetesi cenderung membatasi konsumsi gula. Tak heran, bermunculan tawaran gula diet buatan agar kadar gula darah tetap terkontrol.

Tak banyak orang yang melirik madu untuk dijadikan pilihan pengganti gula. Memang cukup beralasan, pasalnya banyak diabetesi yang merasa madu memiliki kandungan gula cukup tinggi.

Prof. Dr.Aznan Lelo, Sp.FK, PhD, ahli produk perlebahan dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, menilai bahwa madu dapat dijadikan sebagai gula pengganti yang aman dan efektif bagi diabetesi. Kalaupun terjadi kasus gula darah meningkat setelah minum madu, bisa jadi itu bukan madu murni.

“Bagi diabetesi, insulin dari luar sangat dibutuhkan untuk mengubah gula menjadi energi. Jika tidak ada insulin, kadar gula darah naik. Madu justru mengandung fruktosa, yang mampu merangsang produksi insulin. Jadi, prinsip kerjanya sangat berbeda. Fula membutuhkan insulin untuk menjadi energi, sedangkan madu justru memacu produksi insulin secara alami,” paparnya dalam seminar produk jperlebahan dan manfaatnya yang diselenggarakan High Desert di Jakarta.

Meski terbukti menekan laju gula darah dan mampu merangsang insulin secara alami, diabetesi harus tetap berhati-hati saat mengkonsumsi madu. Seringkali yang terjadi adalah penggunaan produk madu yang tidak murni. Artinya, madu telah dicampur dengan gula atau air yang dapat mengurangi khasiat sebenarnya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: